- Back to Home »
- cmptr , tutorial »
- Cloning Hard Disk to Hard Disk Menggunakan Ghost
Agar mempersingkat waktu perakitan dan installasi
software seperti permasalahan tersebut di atas maka Norton Ghost
solusinya untuk membantu kita dalam mempersingkat waktu tersebut dengan
cara melakukan cloning hard disk.
Jadi prosesnya adalah, kita hanya melakukan
installasi pada sebuah hard disk saja, sedangkan untuk hard disk yang
lainnya tinggal di cloning menggunakan Norton Ghost.
Ikuti langkah-langkah cloning disk berikut menggunakan Norton Ghost 2003 :
Langkah pertama adalah memasang 2 buah hard disk
dalam 1 unit komputer, dengan asumsi bahwa salah satu hard disk sudah
lengkap installasi software, termasuk didalamnya adalah Norton Ghost,
sebagai disket source.
Langkah Kedua jalankan Norton Ghost 2003 dengan cara klik Start-All Programs-Norton Ghost 2003-Norton Ghost.
Langkah berikutnya adalah pilih menu Ghost Advanced, kemudian klik Clone sehingga muncul jendela Clone Wizard, klik next.
Setelah berada dalam jendela “Clone disk to disk
or partition to partition”, perhatikan pada source, ada Disk1 partition
C dan D dab Disk2 partition E dan F, kemudian pada Destination yang
berada di sebelah kanan juga ada Disk1 partition C dn D dan Disk2
partition E dan F
Tentukan pilihan disk/partisi yang akan di clone
(source) begitu juga tentukan disk/partisi yang digunakan untuk
menempatkan hasil clone (Destination)
Misalkan pada Source, kita memilih Disk1 dan pada
Destination kita memilih Disk2, maksudnya adalah kita menggandakan
semua isi hard disk 1 kedalam hard disk 2 termasuk di dalamnya adalah
sistem operasi, aplikasi dan lain-lain.
Setelah menentukan drive yang akan di cloning klik next
Pada Advanced Settings, tidak perlu di klik
apa-apa kecuali membutuhkan ketentuan khusus seperti pembuatan password
dan lain sebagainya, lanjutkan saja dengan klik next
Pada “Important information” kita diharapkan
membaca dengan seksama apa yang akan terjadi setelah kita me-klik next
yaitu Norton Ghost akan restart komputer dan melakukan proses clone,
dan lama proses cloning pada percobaan yang dilakukan oleh Belajar Ilmu
Komputer untuk hard disk 80 Gb adalah 6 menit 40 detik untuk cloning
sebuah hard disk.
Bila smua sudah siap untuk melakukan
pengcloningan hard disk, maka next dan kemudian klik Run Now dan OK
untuk melakukan proses cloning partisi yang sudah ditentukan hingga
selesai.
Proses cloning hard disk sudah selesai, matikan komputer dan lepas hard disk yang dipasang bergandengan dengan disk1.
nah untuk mengatasi permasalahan itu kemaren saya coba program Cloning Tool..
akan tetapi cara ini tidak hanya memindahkan harddisk to harddisk tapi
harddisk to CD/DVD jadi nantinya kita bisa menyimpan untuk lain waktu.
Untuk melakukan praktek, kita perlu program Cloning Tool tadi.
Sebenarnya banyak sekali program semacam ini yang beredar di pasaran,
diantaranya Symantec/Powerquest Disk Image, Roxio GoBack, Windows System Restore, dll.
Nah, kali ini kita akan ‘bermain’ dengan Program Norton Ghost 11.5 yang dapat Anda temukan dalam CD Hiren’s Boot CD 10.5
Bagi yang belum punya Hiren’s Boot CD Versi terbaru, silakan dapatkan di sini.
+ Direct HTTP Mirror + Torrent + Torrent Magnet
nah sekarang siapin perlengkapan :
1. Komputer atau Notebook target yang dilengkapi drive CD/DVD untuk menjalankan Hiren’s Boot CD.
disarankan minimal ada 2 partisi, sistem C:/ atau drive yang berisi instalasi Windows dan partisi lain untuk menyimpan image.
2. CD Hiren’s Boot CD 9.8 berisi Norton Ghost 11.5 atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
3. Flashdisk/keping DVD untuk menyimpan backup file image (Optional)
Prinsip Kerja :
* simpel aja sih,
1. cara kerja dari harddisk to CD/DVD, ini mirip seperti pada membuat file ISO / NRG dari Kepingan CD/DVD
dan nantinya kalau perlu untuk membuat kepingan CD/DVD tinggal memanggil file backup tersebut.
2.
cara kerja dari harddisk to harddisk, ini mirip pula seperti kalau
menggunakan program burning cd yaitu cd langsung ke cd tanpa disimpan
terlebih dahulu dalam bentuk file.
Langkah Pertama, Membuat File Image.
1. Masukkan Hiren’s Boot Flashdisk USB atau Hiren’s Boot CD sesuai dengan preferensi Anda.
2. Nyalakan komputer, masuk ke BIOS dengan menekan DEL/F2/F8/F12 sesuai dengan BIOS PC Anda.
3. Masuk ke Bagian Boot Sequence/Urutan Booting. Pastikan media yang
Anda gunakan menempati urutan pertama booting. Misalnya: Anda memilih
menggunakan CD Hiren’s, pastikan CDROM berada pada posisi booting
pertama.
4. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
5. Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton
Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program
Norton Ghost berjalan. Klik [OK]
6. Pilih Menu > Local > Partition > To Image untuk menyimpan
partisi ke dalam sebuah file image. atau Menu > Local > Disk >
To Disk untuk harddisk to harddisk.
7. Pilih Harddisk Fisik yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Local (1) seperti pada contoh, [OK].
8. Pilih Partisi Harddisk yang akan di backup. Biasanya Windows ada
pada Primary Drive seperti pada contoh, [OK]. Perhatikan atribut lainnya
seperti File System (NTFS/FAT32), Label, Ukuran dsb. Pastikan Anda
memilih drive yang tepat.
9. Tentukan Partisi Harddisk mana yang akan digunakan untuk menyimpan
file backup image. Beri nama pada file, misalnya Backup_1 kemudian klik
[SAVE]. Perhatikan bahwa harddisk ditulis dalam urutan seperti berikut;
D:1.2:[DATA] FAT, artinya adalah:
D: = Drive D:
1.2: = merupakan Harddisk Fisik Pertama Partisi Kedua
[DATA] = label DATA
FAT = File System FAT32
10. Selanjutnya akan muncul dialog kompresi Image File, pilih salah satu berdasarkan keterangan berikut:
No = Pilih ini jika Anda tidak ingin mengubah file image dari ukuran file windows sebenarnya
FAST = Pilihan kompresi cepat, hasilnya kurang lebih 30% dari ukuran file sebenarnya
HIGH = Pilihan kompresi tingi, hasilnya bisa sampai 60% dari ukuran file asli meski prosesnya akan sedikit lebih lambat.
Saya
anjurkan Anda memilih pilihan ini untuk menghemat space harddisk. Toh
Norton Ghost tidak mengubah isi file image, hanya ukuran filenya saja
yang dipadatkan. Persis seperti yang dilakukan oleh WinZIP ato WinRAR.
11. Ketika muncul dialog box ‘Procesed with partition image creation?’ Pilih [YES]
12. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai dan muncul Image Box
‘Image Creation Completed Successfully’, klik [Continue]. Klik [Quit]
untuk keluar Program.
Sampai di sini sudah punya satu file image dari
sistem operasi yang sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali untuk
melakukan restorasi.
Tinggal bisa menggunakan Flashdisk atau Media DVD untuk menyimpan file Image ini, hanya untuk berjaga-jaga.
Nah, suatu saat jika ada masalah dengan Windows, tinggal melakukan langkah restorasi berikut ini.
Langkah Kedua, Restore Windows dari Backup File Image
1. Boot dari Hiren’s Boot CD atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
2. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
3. Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton
Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program
Norton Ghost berjalan. Klik [OK].
4. Pilih Menu > Local > Partition > From Image untuk me-restore partisi dari file image yang tadi telah kita buat.
5. Temukan file Image dengan ekstensi .GHO pada drive penyimpanan Anda. Pilih, dan akhiri dengan Open.
6. Pilih Partisi sumber/Source file image kemudian klik [OK]
7. Pilih Harddisk fisik tujuan/Destination Restorasi Windows, [OK]
8. Pilih Partisi Harddisk tujuan/Destination Restorasi. Pilih Primary [OK]
9. Ketika Muncul Dialog Box ‘Prosses With Partition Restore?’ klik [Yes]
10. Tunggu hingga selesai 100%
11. Klik [Reset Computer] untuk me-restart Komputer.
