Senin, 14 Desember 2020
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 



KEDUDUKAN DAN TUJUAN HIDUP MANUSIA


Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah

PENDIDIKAN AGAMA







Dosen : Ade Yulianti,M.Pd.I


Di susun oleh :


1. Dini Andriani (20211011059)

2. Evi Apriani (20211011055)

3. Iim Salim (20211011107)



PROGRAM STUDI PAI

FAKULTAS ILMU KEISLAMAN

UNIVERSITAS ISLAM AL-IHYA KUNINGAN



KATA PENGANTAR



Dengan menyebut nama ALLAH SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Pendidikan Agama dengan judul “Kedudukan dan Tujuan Hidup Manusia”.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai materi ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekira makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan, dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.






Kuningan,17 Oktober 2020






Penyusun






DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penulisan 1

BAB 2 PEMBAHASAN 2

A. Kedudukan manusia 2

B. Tujuan hidup manusia 4

BAB 3 PENUTUP 8

A. Kesimpulan 8

B. Saran 8

 















BAB I

PENDAHULUAN


 A. LATAR BELAKANG


 Manusia merupakan mahluk Allah SWT yang diciptakan secara sempurna dibandingmahluk lain. Manusia diberikan akal dan fikiran oleh Allah SWT, karena Allah SWTmempunyai maksud dan tujuan untuk apa manusia diciptakan.Keberadaan manusia sebenarnya sudah tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran, beritamengenai manusia, proses penciptaan manusia sampai tatanan kehidupanmanusia pun sudah diatur di dalam Al-Quran. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa pendidikanislam merupakan cara yang paling sempurna dalam mengembangkan potensi fitrah yangsudah ada sejak jaman ajali. Pendidikan islam akan memberikan bimbingan bagaimana menjadikan manusia sebagai manusia yang beriman sekaligus sebagai khalifah yang bertanggungjawab.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai Eksistensi Manusia dalam pandangan Islam, kajian ini diharapkan akan menghantarkan kepada kita untuk menjadi manusia yang berkepribadian muslim yang bertaqwa kepada Allah dengan pengamalan dari aplikasi kehidupan kita sehari-hari.


B. RUMUSAN MASALAH


Apa kedudukan dan peran manusia ?

Apa tujuan hidup manusia ?


C. TUJUAN PENULISAN


        Makalah ini di buat dengan tujuan agar para mahasiswa bisa memahami tentang kedudukan dan peran manusia sebagai hamba allah dan khalifah serta dapat memahami apa tujuan hidup manusia dalam islam.





BAB II

PEMBAHASAN


KEDUDUKAN MANUSIA DI ALAM SEMESTA MENURUT ALQUR’AN

 Allah menciptakan manusia dari sari pati tanah, kemudian dari tanah tersebut terbentuklah air mani (nutfah) yang hina, kemudian dari air mani membentuk segumpal darah, kemudian segumpal daging. Selanjutnya Allah meniupkan roh ke dalamnya dan mengambil kesaksian ketuhanan atas diri manusia tersebut.

      Manusia yang lahir dari rahim seorang ibu ke dunia, memiliki kedudukan yang sangat tinggi di hadapan Allah. Bahkan Allah telah memerintahkan kepada malaikat dan iblis untuk bersujud kepada manusia (Adam), padahal manusia hanya makhluk yang diciptakan dari tanah yang lemah dan memiliki derajat yang rendah, tidak seperti malaikat yang diciptakan dari cahaya dan iblis yang diciptakan dari api. Namun, manusia memiliki keistimewaan dibandingkan dengan makhluk yang lain. Oleh karena itu, manusia diberikan beragam potensi dalam dirinya sebagai bekal untuk menjalankan kehidupannya di dunia.

     Manusia diciptakan Allah dengan sebaik-baik bentuk. Allah membentuk manusia meliputi unsur jasmani dan rohani. Perpaduan kedua unsur tersebut menjadikan manusia disebut sebagai makhluk yang sempurna di alam semesta. Sebagai makhluk yang sempurna,manusia di alam semesta memiliki kedudukan sebagai hamba Allah dan khalifah.

1.Manusia sebagai hamba Allah

  Hamba Allah berarti orang yang senantiasa tunduk, patuh, taat terhadap semua yang diberikan Allah atas dirinya. Seseorang yang menjalankan semua hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan menjalankan apa-apa yang diperintahkanNya. Dapat dimaknai pula seseorang yang bergantung dalam hidup dan matinya hanya kepada Allah semata, sehingga tidak ada pengingkaran, penghianatan, dan pengufuran terhadap kekuasaan Allah.      Setiap manusia mengetahui bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan terdapat kekuatan besar di atas segala-galanya. Kekuatan supranatural yang dirasakan setiap manusia adalah kekuatan Allah sang pemilik kerajaan langit dan bumi. Manusia yang tidak memiliki pemahaman tentang kekuatan tersebut, akan mengasumsikan Tuhan sebagai benda-benda yang memiliki kekuatan gaib, sehingga muncullah keyakinan-keyakinan di luar ajaran yang telah diajarkan Allah melalui para nabi. Namun, pada hakikatnya semua manusia percaya bahwa pemilik kekuasaan yang Mahatinggi adalah wujud (ada).      Hal tersebut disebabkan karena manusia merupakan makhluk beragama. Allah telah memberikan potensi beragama kepada setiap manusia yang lahir ke dunia dalam wujud kesaksiannya kepada Allah ketika berada di alam roh. Kesaksian tersebut dijelaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 172 yang artinya: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): 'Bukanlah aku ini Tuhanmu?' Mereka (anak-anak Adam menjawab: 'Betul, Engkau Tuhan kami') kami menjadi saksi.." Konsekuensi logis dari kesaksian terhadap ketuhanan adalah wujud penghambaan diri kepada Tuhannya, yaitu menyembah dan beribadah kepada-Nya. Allah swt. berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat,ayat56:.                                                                                      وما خلقت الجن والانس الاليعبدون  Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" Berdasarkan ayat di atas, dapat dimaknai bahwa seluruh aktivitas manusia di dalam kehidupan dunia dalam rangka beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, setiap perbuatan harus diniatkan ibadah dan hanya mengharapkan rida Allah semata. 


2.  Manusia sebagai Khalifah 

  Manusia memiliki kedudukan di bumi sebagai khalifah dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah,ayat30:.                                                                                              اني جاعل في الارض خليفة  Artinya: ".... Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya"      Hubungan manusia dengan alam semesta, bukan merupakan hubungan antara penakhluk dan yang ditakhluk atau hubungan hamba dan tuan, melainkan hubungan partner dalam ketundukan kepada Allah. Kemampuan manusia mengelola dan memakmurkan bumi, bukan semata kekuatan manusia, melainkan Allah telah menundukkan alam semesta untuk manusia, sehingga manusia dapat memanfaatkan apa yang ada dengan sebaik-baiknya. Oleh karena ity, perlunya sikap moral dan etika dalam melaksanakan fungsi kekhalifahannya di muka bumi

 Pada dasarnya, kekuasaan manusia tidaklah bersifat mutlak, sebab kekuasannya dibatasi oleh kekuasaan Allah, sehingga seorang khalifah tidak boleh melawan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Kekhalifahan tidak dapat dijalankan dengan begitu saja, sebab kekhalifahan membutuhkan ilmu pengetahuan, pengajaran, keterampilan dalam mengelola dan memimpin. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan untuk membentuk khalifah yang unggul dan senantiasa mengajak kepada ketaatan kepada Allah swt.. Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

Manusia memiliki kedudukan sebagai hamba Allah yang bertugas untuk senantiasa beribadah kepada Allah semata. Apa pun aktivitas yang dijalankan oleh manusia di muka bumi, hendaknya ditujukan untuk beribadah dan mencari rida Allah swt.

Manusia memiliki kedudukan sebagai khalifah yang berarti pemimpin, pengganti Allah, dan penguasa bumi. Manusia harus menjalankan kepemimpinannya sejalan dengan ketetapanbdan hukum-hukum Allah swt., karena pada hakikatnya kepemimpinan manusia bukanlah kepemimpinan mutlak dan segala-galanya, karena pemimpin yang sebenarnya hanyalah Allah semata.


B. TUJUAN HIDUP MANUSIA MENURUT ISLAM

      Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk mengemban amanah dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Dengan melihat asal mula kejadian manusia, kita dapat mengetahui bahwa Allah memberikan kelebihan bagi manusia dalam hal akal dan pengetahuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Saat Allah SWT menciptakan Adam As, Allah memerintahkan para malaikatnya untuk bersujud kepada Adam karena kelebihan yang ia miliki meskipun ada makhluk yang menolak untuk bersujud yakni iblis.Asal mula kejadian manusia disebutkan dalam firman Allah berikut ini : 

 ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَثُمَّ    جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ  

“Yang membuat segala sesuatu yang memciptakan sebaik-baiknya dan memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunan dari saripati air yang hina kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya ruh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tetapi) sedikit sekali tidak bersyukur.”(QS As sajadah 7-9)


Manusia tidak diciptakan begitu saja tanpa adanya tujuan hidup. Adapun tujuan utama manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah agar dapat menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Berikut ini adalah tujuan hidup manusia di bumi yang disebutkan dalam Alqur’an dan sunah rasul

1. Menyembah Allah

Adapun tujuan hidup manusia yang paling utama adalah untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Sebagai hamba Allah, manusia wajib menjalankan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Manusia juga harus menjadikan rukun iman dan rukun islam sebagai pedoman hidupnya. Berikut ini adalah ayat yang menyebutkan kewajiban manusia untuk beribadah kepada Allah SWT

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Qs Adz zariyat : 56).

Adapun ibadah yang dapat dilaksanakan oleh manusia untuk memenuhi tugasnya sebagai hamba Allah dapat berifat umum maupun khusus. Ibadah yang bersifat khusus adalah ibadah yang langsung ditujukan kepada Allah SWt seperti shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunah,puasa,zakat,haji dan ibadah lainnya yang sifatnya sunnah seperti membaca Alqur’an, bersedekah. Adapun ibadah yang dilakukan secara umum adalah ibadah yang kaitannya dengan hubungan manusia dengan sesamanya seperti menyambung tali silaturahmi tolong menolong antar sesama sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk social.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al hujurat : 13)


2.Menjalankan perannya sebagai khalifah

 Manusia adalah khalifah di muka bumi dan setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Istilah khalifah disini adalah pemimpin dimana manusai bertanggung jawab menjaga keberlangsungan hidupnya dan alam sekitarnya. Sebagai makhluk yang dikaruniai akal maka manusia memiliki kewajiban untuk mengelola sumber daya alam dan menjaga kelestariannya. Tidak hanya itu, manusia juga berkewajiban untuk menjaga dirinya sendiri dari perilaku yang tidak baik karena setiap perlakuan atau perbuatan manusia di dunia kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Albaqarah ayat 30.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS Al baqarah :30)


3. Meneruskan Ajaran islam

Tidak hanya beribadah dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah, manusia juga wajib menuntut ilmu dan meneruskannya pada generasi selanjutnya agar ajaran islam tetap terjaga hal ini sejalan dengan tujuan Pendidikan.Menurut islam yang menyebutkan bahwa ilmu pendidikan islam bukan hanya ilmu yang diajarkan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT akan tetapi juga untuk menuntun perilaku manusia dan menunjukkan perbuatan amar ma’ruf nahi mungkar. 

Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah surat Al imran ayat 104 yang bunyinya

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.“(QS Al Imran : 104)

Tujuan hidup manusia tersebut hendaknya dipahami dan dilaksanakan oleh manusia karena tanpa tercapainya tujuan hidup tersebut maka tuhas manusia di bumi ini tidaklah dapat terpenuhi
















BAB III

P E N U T U P




A. KESIMPULAN

Manusia memiliki kedudukan sebagai hamba Allah yang bertugas untuk senantiasa beribadah kepada Allah semata. Apa pun aktivitas yang dijalankan oleh manusia di muka bumi, hendaknya ditujukan untuk beribadah dan mencari rida Allah swt.

Manusia memiliki kedudukan sebagai khalifah yang berarti pemimpin, pengganti Allah, dan penguasa bumi. Manusia harus menjalankan kepemimpinannya sejalan dengan ketetapanbdan hukum-hukum Allah swt., karena pada hakikatnya kepemimpinan manusia bukanlah kepemimpinan mutlak dan segala-galanya, karena pemimpin yang sebenarnya hanyalah Allah semata.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk mengemban amanah dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.

B. SARAN 

Dari penulisan makalah ini,penulis menyarankan agar sebagai seorang manusia kita harus menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.kita sebagai manusia juga harus bersyukur karena diciptakan oleh allah dengan sebaik baiknya rupa,bahkan lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya.Maka dari itu,kita harus mempunyai tujuan hidup yang baik semata untuk mengharap ridha-Nya.





   


ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

- Copyright © Indahnya Berbagi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -