Minggu, 13 Juni 2021
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 

MAKALAH

KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB

Disusun untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah : Bahasa Arab

Dosen Pengampu : 

Dra.Hj.Yanthi Nuriyah,M.Pd.I





Iim Salim 

NIM : 20211011107


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TAHUN AJARAN 2020-2021

UNIVERSITAS ISLAM AL-IHYA

Jalan Mayasih No.11, Cigugur, Kec. Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45552



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Ilmu Kemampuan Berbicara Bahasa Arab  ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dosen pada Mata Kuliah Bahasa Arab.Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang berkemampuaan berbicara Bahasa Arab bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu ...selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.


Kuningan, 12 April 2021










 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I 1

PENDAHULUAN 1

A.    Latar Belakang Masalah 1

B.     Rumusan Masalah 1

   C.     Tujuan Penulis 2

BAB II 3

PEMBAHASAN 3

A.    Pengertian Kemampuan Berbicara 3

B.     Tujuan Kemampuan Berbicara Arab............................................................................3

C. Faktor-aktor Pendukung Maharah al-Kalam.................................................................4

D. Kemampuan Berbicara dengan Metode Percakapan (Muhaddatsah)............................5 

E. Strategi pembelajaran bahasa Arab pada kemahiran Muhadatsah................................7

BAB III 8

PENUTUP 8

1. Kesimpulan 8

DAFTAR PUSTAKA 9



 

 

 

 

 

 

 



BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Kemampuan berbicara adalah kelanjutan dari Kemampuan mendengar. Kedua Kemampuan ini saling terkait, karena orang yang pendengarannya baik dimungkinkan untuk dapat berbicara dengan baik pula dan sebaliknya. Oleh karena itu, pengajar bahasa bisa melaksanakan pembelajaran Kemampuan berbicara seraya mengiringi Kemampuan  mendengar yang telah dimiliki siswa. Pemahaman siswa tentan topik bahasan yang diperolehnya melalui proses mendengar dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal pengajaran berbicara. Pada dasarnya Kemampuan berbicara merupakan pengungkapan (ta’bir) dan isi pemikiran yang telah terekam di dalam pemahaman siswa.

Keterampialan berbicara dianggap sebagai Kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa asing, karena berbicara merupakan suatau yang aplikatif dalam bahasa dan merupakan tujuan awal seseorang belajar suatu bahasa. Agar pebelajaran berbicara memperoleh hasil yang maksimal maka perlu diperhatikan dua faktor, yaitu kemampuan guru dan metode yang digunakan. Waktu yang paling tepat untuk mengajarkan berbicara adalah pada pertama kalinya seseorang belajar suatu bahasa, sehingga seorang guru harus mampu mengajarkan siswanya bagaimana berbicara yang baik dan benar karena jika seorang siswa salah dalam mengungkapkan bahasa, maka akan berbiasa pada masa-masa selanjutnya.

Keadaan semacam itu sebaiknya diantisipasi sejak dini oleh lembaga-lembaga pembelajaran, khususnya lembaga pembelajaran bahasa arab. Dalam pembelajaran bahasa arab senantiasa melalui tahapan-tahapan Kemampuan berbahasa, diantaranya Kemampuan mendegarkan (Mahᾱrat al-Istimᾱ’), berbicara (Mahᾱrat al-Kalᾱm), membaca (Mahᾱrat al- Qirᾱah), dan menulis ( Mahᾱrat al-Kitᾱbah). Dari Kemampuan tersebut terdapat dua Kemampuan dasar dari pembelajaran bahasa arab yaitu Kemampuan mendegarkan (Mahᾱrat al-Istimᾱ’) dan berbicara (Mahᾱrat al-Kalᾱm).(Khoiriyah, 2012).

 

  1. Rumusan masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan kemampuan berbicara bahasa ?

  2. Apa itu Kemampuan berbicara dalam mempelajari bahasa arab ?

  3. Bagaimana penerapan metode muhadasah dalam pembelajaran Bahasa Arab ?

  1. Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kemampuan.

  2. Untuk mengetahui apa itu kemampuan berbicara dalam mempelajari bahasa arab.

  3. Untuk dapat mengetahui penerapan metode Muhadasah  dalam upaya meningkatkan keberhasilan membaca Bahasa Arab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Kemampuan Berbicara. 

Kemampuan berbicara (maharah al-kalam/speaking skill) adalah keterampilan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara. Dalam makna yang lebih luas, berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia untuk menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya.Kemampuan berbicara adalah Kemampuan yang paling penting dalam bebahasa. Sebab berbicara adalah bagian dari Kemampuan yang dipelajari oleh pengajar, sehingga Kemampuan berbicara dianggap sebagai bagian yang sangat mendasar dalam mempelajari bahasa asing.(Kemampuan et al., 2017).

Sedangkan maharah kalam adalah berbicara secara terus-menerus tanpa henti tanpa mengulang kosakata yang sama dengan menggunakan pengungkapan bunyi. Kemahiran berbicara merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang ingin dicapai dalam pengajaran bahasa modern termasuk bahasa arab. Berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian, komunikasi timbal balik, dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.

Kemampuan berbicara dianggap sebagai Kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Asing, karena berbicara merupakan suatu yang aplikatif dalam bahasa dan merupakan tujuan awal seseorang yang belajar suatu bahasa. Hanya saja, yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berbicara ini agar memperoleh hasil yang maksimal yaitu kemampuan dari seorang guru dan metode yang digunakannya, karena dua faktor tersebut memiliki dominasi keberhasilan pembelajaran berbicara.(Khoiriyah, 2012).

  1. Tujuan Kemampuan Berbicara Arab

Pembelajaran berbicara bahasa arab memiliki beberapa tujuan diantaranya: 

  1. Agar dapat mengucapkan ungkapan-ungkapan berbahasa arab  

  2. Agar dapat mengucapkan ungkapan-ungkapan yang berbeda atau menyerupainya 

  3. Agar dapat membedakan ungkapan yang dibaca panjang dan yang dibaca pendek

  4. Dapat mengungkapkan keinginan hatinya dengan menggunakan susunan kalimat yang sesuai dengan nahwu (tata bahasa) 

  5. Dapat mengungkapkan apa yang terlintas dalam pikirannya dengan menggunakan aturan yang benar dalam penyusunan kalimat bahasa arab 

  6. Dapat menggunakan bagian-bagian dari tata bahasa arab dalam ungkapanya seperti tanda mudhakkar, mu’annath, ‘ada, hal dan fi’il yang sesuai dengan waktu 

  7. Dapat menggunakan ungkapan kebahasaan yang sesuai dengan umur, tingkat kedewasaan dan kedudukan 

  8. Dapat menelusuri dan menggali manuskrip-manuskrip dan literatur-literatur berbahasa Arab 

  9. Dapat mengungkapkan ungkapan yang jelas dan dimengerti tentang dirinya sendiri 

  10. Mampu berpikir tentang bahasa Arab dan mengungkapkannya secara cepat dalam situasi dan kondisi apapun.(Amarodin, 2015).


  1.      Faktor-aktor Pendukung Maharah al-Kalam


Adapun beberapa faktor-faktor pendukung dalam pembelajaran berbicara guna memperoleh hasil yang maksimal, antara lain:

  1. Faktor Ucapan (al-Nuthq)

Kemampuan seseorang mengungkapkan suatu bahasa dengan ungkapan fasih, baik, dan benar merupakan tolak ukur awal kemampuan seseorang dalam berbahasa, karena yang pertama kali terdengar dan dapat dideteksi secara langsung oleh orang lain dalam berbahasa adalah bahasa lisan (ucapan). Oleh karena itu, dalam pembelajaran berbicara seseorang, perlu dibimbing da di motivasi agar ia berani mengungkapkan bahasa tanpa harus memberikan koreksi-koreksi yang bersifat ketat dan kaku terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Namun bukan berarti mendidik pembelajar untuk melakukan kesalahan-kesalahan dan membiarkannya mengungkapkan dengan salah, tetapi merupakan latihan secara bertahap agar tumbuh keberanian dalam dirinya untuk mengungkapkan suatu bahasa, karena tidak sedikit orang yang memiliki kemampuan tentang ilmu kebahasaan akan tetapi ia tidak mampu mengungkapkan bahasa tersebur dengan baik.

  1. Faktor Kosa Kata (al-Mufradat)

Perkembangan kebahasaan seseorang sebenarnya dapat dideteksi sedini mungkin melalui penguasaannya dalam mengungkapkan hal-hal yang tersirat dalam benaknya secara spontanitas, karena ungkapan spontanitas seseorang dengan menggunakan bahasa asing merupakan bukti bahwa dia memiliki segudang mufradat (kosa kata).

  1. Faktor Tata Bahasa

Diantara para pemerhati bahasa banyak yang menafikan pentingnya fungsi tata bahasa dalam mempelajari bahasa asing, tidak memiliki urgenitas tinggi, dan tidak di butuhkan dalam pembelajaran berbicara, karena tata bahasa (qawa’id) dianggap akan memasung kreatfitas pembelajar untuk berbicara. Pendapat ini bukan berarti benar untuk selamanya, tetapi sangat reatif karena kebenaranpendapat tersebut akan valid jika pembelajaran yang dimaksud untuk pemula dan baru mengenal bahasa Arab. Jka pemula ini diajarkan langsung tata bahasa, maka ia akan merasa kesulitan, tetapi jika materi itu diberikan kepada mereka yang sudah agak mahir dengan seperangkat kosa kata yang mencukupi, maka pembelajaran tata bahasa itu sendiri akan menjadi sebuah kebutuhan guna mengoreksi dan mengarahkan bahasanya agar baik dan benar.


  1. Kemampuan Berbicara dengan Metode Percakapan (Muhaddatsah) 

Muhaddatsah yaitu cara menyajikan bahasa pelajaran bahasa Arab melaui percakapan, dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid, sambil menambah dan terus memperkaya penbendaharaan kata-kata (Vocabulary)  yang semakin banyak.(Kaharuddin et al., 2018). 

  1. Seputar istilah Muhadatasah.

Istilah muhadatsah merupakan isim masdar mimie berasal dari kata haadatsa yuhaaditsu dengan wazan faa’ala yufaa’ilu yang berarti percakapan. Muhadatsah merupakan sebuah Kemampuan tersendiri yang menunutut konsistensi dari orang yang mempelajari sebuah kemampuan artikulasi kata, secara benar, detail, dan tetap dari aturan-aturan tata bahasa, jumlah serta kalimat agar dapat membantunya pada analogi seperti yang diinginkan oleh sipembicara dalam intonasi komunikasinya.

Muhadatsah dapat diartikan “percakapan atau pembicaraan”. Dengan belajar muhadatsah seseorang akan mampu berbicara dengan menggunakan bahasa Arab.Muhadatsah dalam arti percakapan, secara bahasa mengandung arti “pembicaraan, ujuan pengajaran bahasa Asing ialah agar ia dapat menggunakan bahasa tersebut baik lisan maupun tulisan dengan tepat, fasih dan bebas berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa tersebut.

Latihan-latihan yang diberikan untuk menguasai kemahiran berbicara adalah merupakan praktek dari apa yang didengar secara pasif dalam latihan menyimak.Tanpa latihan-latihan secara intensif, sulit dicapai suatu penguasaan bahasa Arab secara sempurna. Salah satu kekurangan dan kelemahan sistem dalam metode lama pembelajaran bahasa di Indonesia, pada umumnya adalah kurangnya latihanlatihan lisan secara intensif, sehingga sedikit sekali pelajar yang mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya secara lisan.(Kaharuddin et al., 2018).

  1. Peranan Muhadatsah dalam Belajar Bahasa Arab.

Muhadatsah dalam belajar bahasa Arab termasuk kategori belajar bahasa Arab secara aktif, yaitu suatu keadaan dimana seseorang yang sedang belajar bahasa Arab melakukan aktivitas berbicara dengan menggunakan bahasa Arab. Belajar secara aktif sangat diperlukan oleh peserta didik agar mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Ciri belajar aktif adalah ketika peserta didik melakukan sebagian besar pekerjaan yang harus dilakukan, mereka menggunakan otak mereka mempelajari gagasan-gagasan, memecahkan berbagai masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari.

Jadi dapat dikatakan bahwa muhadatsah sebagai bentuk belajar bahasa Arab termasuk kategori belajar bahasa secara aktif, dalam hal ini muhadatsah akan membantu tercapainya tujuan belajar bahasa Arab yaitu sebagai alat komunikasi,sedangkan belajar bahasa Arab secara pasif berarti ketika seseorang sedang mendengarkan orang lain yang sedang berbicara bahasa Arab atau ketika seseorang sedang membaca teks yang berbahasa Arab. Belajar bahasa Arab secara pasif dituntut untuk mencapai tujuan belajar bahasa Arab yaitu sebagai salah satu alat untuk memahami buku-buku agama Islam disamping al-Qur’an dan hadits. seperti tanya jawab

Muhadatsah  dapat dikatakan juga dengan kalam yang berarti “mengucapkan suara-suara bahasa Arab dengan benar menurut pakar bahasa itu.”Muhadatsah merupakan Kemampuan berbahasa yang bisa digunkan dalam berkomunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan kepada orang lain.(Acep Hermawan & Offset, 2009). 

  1. Tujuan pembelajaran Muhadatsah.

Tujuan muhadatsah adalah untuk berkomunikasi agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, sehingga seorang pembicara dapat memahami sesuatu yang akan dikomunikasikan, dia harus bisa mengevaluasi efek komunikasi terhadap pendengaran dan pengetahuan prinsip yang mendasar terhadap situasi pembicaraan baik secara umum maupun perorangan.(Mahmudah et al., 2018)

Tujuan pengajaran bahasa Asing ialah agar ia dapat menggunakan bahasa tersebut baik lisan maupun tulisan dengan tepat, fasih dan bebas berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa tersebut.

Latihan-latihan yang diberikan untuk menguasai kemahiran berbicara adalah merupakan praktek dari apa yang didengar secara pasif dalam latihan menyimak.Tanpa latihan-latihan secara intensif, sulit dicapai suatu penguasaan bahasa Arab secara sempurna. Salah satu kekurangan dan kelemahan sistem dalam metode lama pembelajaran bahasa di Indonesia, pada umumnya adalah kurangnya latihanlatihan lisan secara intensif, sehingga sedikit sekali pelajar yang mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya secara lisan.(Kemampuan et al., 2017).

secara lisan dengan baik dan benar tanpa ada penekanan dan pemaksaan dalam pengucapan suara-suara bahasa Arab pada aspek motorik dan kecepatan dalam mengutarakan isi pikiran dan perasaan, serta ketepatan dalam memilih kosa-kata dan kalimat yang menarik serta erat kaitannya dengan kemampuan sistem leksikal, gramatikal, semantik, dan tata bunyi. Semua komponen tersebut membutuhkan sejumlah persediaan kata dan kalimat tertentu yang memiliki relevansi dengan situasi yang diungkapkan dalam bentuk ekspresi, semakin siswa memiliki Penguasaan mufradat, Penguasaan Qawaid an-nahwi wa ashsharfi , Kemahiran Istima, Kemahiran qiraah, dan tingkat Konfiden maka akan semakin berani dalam mengutarakan perasaan dan pikiran melalui bahasa Arab. Latihan-latihan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan mahārat al-kalām dalam bentuk praktikalisasi kalām terhadap sesuatu yang sudah didengar secara pasif dalam latihan menyimak.

  1. Strategi pembelajaran bahasa Arab pada kemahiran Muhadatsah. 

Kemampuan untuk menyusun kata-kata yang baik dan jelas mempunyai dampak yang besar dalam hidup manusia. Baik untuk mengungkapkan pikiran- pikirannya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Berbicara dengan bahasa asing merupakan Kemampuan dasar yang menjadi tujuan dari beberapa tujuan pengajaran bahasa. Sebagaimana bicara adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain. Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan pengajar dalam proses pembelajaran /muhadtsah adalah sebagai berikut:

 

BAB III

PENUTUP

  1. . KESIMPULAN

 Dari pembahasan sebelumnya, maka pada bagian ini penulis menarik

kesimpulan sebagai berikut: Pembelajaran bahasa Arab melalui kemahiran muhadatsah merupakan bagian

yang tak terpisahkan dari pembelajaran bahasa Arab yang lainnya, dengan mengacu kepada kemahiran-kemahiran lainnya. Pembelajaran bahasa Arab melalui kemahiran muhadatsah, harus melihat

berbagai macam faktor, baik yang terkait dengan pemilihan pendekatan, metode, teknik dan yang lainnya, maupun yang terkait dengan hal-hal teknis dalam pembelajaran muhadtsah dalam bahasa Arab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Acep Hermawan, & Offset, P. R. R. (2009). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. 22, 9–30.

Amarodin. (2015). PENERAPAN METODE HIWAR DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN BELAJAR BAHASA ARAB MATERI ISTIMA’ TENTANG FIL BAITI SISWA KELAS V MI NASHRIYAH SUMBEREJO MRANGGEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015. 741.

Kaharuddin, Kaharuddin@iainpare.ac.id, E., & Parepare, I. A. I. N. (IAIN). (2018). PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI KEMAMPUAN MUHADATSAH. 72. https://www.neliti.com/id/publications/285642/pembelajaran-bahasa-arab-melalui-kemampuan-muhadatsah

Kemampuan, P., Bahasa, B., & Komunkatif, M. P. (2017). Pembelajaran Kemampuan berbicara bahasa arab melalui pendekatan komunkatif. 3(2), 196–210.

Khoiriyah, R. L. (2012). KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB SISWA KELAS X MA MANAHIJUL HUDA NGAGEL DUKUHSETI PATI. 1(1), 1–7. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/laa/article/view/1509/1456

Mahmudah, Ibtidaiyah, P. P. G. M., & Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. (2018). PENGARUH MEDIA AUDIO TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK DAN BERBICARA BAHASA ARAB. 7(2), 75–85. https://www.researchgate.net/publication/329564067_Pengaruh_Media_Audio_Terhadap_Kemampuan_Menyimak_dan_Berbicara_Bahasa_Arab

Syamaun, N., Maharat, P., Jurusan, K., Fakultas, P. B. A., Uin, K., & Aceh, A. B. (1999). Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk Meningkatan Kemampuan Berbicara. 343–359. Pembelajaran Maharah Al-Kalam


 

 


ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

- Copyright © Indahnya Berbagi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -